Cara-Menenangkan-Anak-Kucing-yang-Mengeong-Terus

Cara Menenangkan Anak Kucing yang Mengeong Terus

Anak kucing yang pindah rumah karena diadopsi sering merasa gelisah dan stres. Ada yang tidak nafsu makan dan ada yang mengeong terus-menerus. Kejadian ini tentu sangat mengganggumu. Sebagai pemilik baru, kamu harus mulai mempelajari cara menenangkan anak kucing yang mengeong terus. Dengan begitu, anak kucing bisa menerimamu sebagai majikan yang dia percaya dan dia sayangi. Berikut beberapa metode dalam menenangkan anak kucing. Simak pembahasan sampai selesai.

1. Berikan Makanan Anak Kucing saat Dia Lapar

Anak kucing yang mengeong terus-menerus merupakan pertanda bahwa dia lapar. Apalagi suara kucing sangat nyaring. Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah memberi makan anak kucing.

  • Jika anak kucing masih belum memiliki gigi susu yang sempurna, silakan berikan susu kucing. Di pasaran ada susu khusus untuk anak kucing, seperti: Royal Canin Baby Milk dan PetAg KMR. Berikan setiap 4 jam sekali, sesuai anjuran yang tertulis dibalik kemasan.
  • Jika anak kucing sudah memiliki gigi susu yang lengkap, berarti anak kucing sudah berusia 3 bulan. Kamu bisa memberikan makanan basah untuk anak kucing. Berikan makanan anak kucing sesuai porsi hariannya. Hitung kebutuhan protein dan kalori kucing sesuai berat badan dan umur kucing.

Memberi makan anak kucing dengan makanan yang tepat biasanya menjadi cara ampuh untuk menenangkan kucing. Terutama anak kucing yang mengeong terus-menerus karena kelaparan.

2. Berikan Tempat Bersarang yang Nyaman dan Hangat

Suara “Meowww” anak kucing yang nyaring secara terus menerus menjadi pertanda bahwa anak kucing merasa tidak nyaman. Salah satu yang menyebabkan anak kucing tidak nyaman adalah anak kucing belum menemukan tempat bersarang yang nyaman. Kondisi udara dingin dan tempat tinggal yang asing sering membuat anak kucing gelisah. Sehingga, dia bersuara nyaring mencari induknya untuk mengeluh.

Solusi untuk kasus ini adalah membuatkan tempat tidur kucing atau tempat bersarang kucing yang hangat dan nyaman. Kamu bisa membelikan tempat tidur kucing secara online di marketplace. Jika harganya terlalu mahal, kamu bisa membuat tempat tidur kucing sendiri dari bahan kain dan busa.

Dengan mendapatkan tempat bersarang yang nyaman, anak kucing akan merasa lebih tenang saat berpisah dengan induknya. Dengan begitu, anak kucing akan tenang dan tidak mengeong lagi.

3. Kasih Perhatian Ekstra

Anak kucing yang mengeong terus bisa jadi pertanda kalau dia ingin diperhatikan. Dia ingin disayang. Dan dia ingin bermain bersamamu. Karena, saat anak kucing berpisah dengan induknya dan anak-anak kucing lainnya, dia merasa kesepian dan kengen. Kalau kasusnya seperti itu maka cara menenangkan anak kucing yang mengeong terus karena kucing perhatian adalah kasih perhatian ekstra.

  • Sering-seringlah belai anak kucing.
  • Ajaklah anak kucing ngobrol. Biarpun dia tidak terlalu paham bahasa manusia, tapi anak kucing yang mendapatkan perhatian akan senang.
  • Ajaklah anak kucing bermain. Kamu bisa menggunakan bulu kemoceng untuk bermain bersama kucing. Jika tidak ada, kamu bisa membuat bola dari kertas atau kain yang kamu kasih tali. Saat kamu lempar biarkan kucing mengejarnya. Saat bola mau tertangkap oleh anak kucing, tarik bolanya agar dikejar lagi.
  • Sesekali, gendonglah anak kucingmu. Menggendong kucing adalah salah satu cara melakukan sosialisasi kucing ke manusia. Apabila kucing sudah sayang kepada manusia, dia akan senang digendong ataupun dimainin perutnya.
  • Berikan aroma terapi yang menenangkan. Aroma terapi yang disukai anak kucing akan membuat anak kucing lebih rileks. Sehingga, anak kucing merasa lebih nyaman dan tenang hidup di rumah barunya.

Itulah 5 perhatian ekstra yang bisa kamu berikan kepada anak kucing. Dengan memberikan perhatian ekstra secara disiplin, anak kucing akan menjadi penurut dan cepat diam saat kamu tenangkan..

4. Berikan Perawatan Kucing yang Maksimal

Cara menenangkan anak kucing selanjutnya adalah memberikan perawatan kucing. Kucing adalah hewan yang menyukai kebersihan. Kalau pup telat dibuang, bulu kucing banyak yang terbelit, dan kucing telat mendapat jatah makan, maka anak kucing akan terus mengeong.

Kalau sudah sampai seperti itu, kucing mengeong karena dia ingin protes. “Hoooman, yu rawatlah aku dengan baik. Hoooman, yu harus kasih makan aku yang enak. Hooman, sisir bulu aku.”, mungkin seperti itu kalau suara kucing diterjemahkan. Hehe.

Sebagai pemilik kucing yang peka, seharusnya kamu mulai memberikan perawatan kucing dengan baik. Mulailah memberi makan yang bernutrisi tinggi. Lakukan grooming kucing secara rutin. Hilangkan semua kutu yang menyerang anak kucing.

Dan masih banyak lagi perawatan kucing yang perlu kamu lakukan untuk anak kucing hingga dewasa. Untuk lebih jelasnya, kamu ikuti saja panduan cara merawat anak kucing ini. Di sana, kamu akan mendapatkan panduan lengkap merawat dan memanjakan anak kucing dari anak kucing masih bayi sampai dewasa.

5. Kasih Obat sesuai Gejala Penyakit yang Diderita

Adakalanya anak kucing mengeong terus karena dia merasa sakit. Misalnya:

  • Anak kucing demam.
  • Anak kucing terserang virus.
  • Anak kucing keracunan.
  • Anak kucing mengalami patah kaki.
  • Anak kucing mengalami FLUTD.

Karena anak kucing mengalami penyakit yang membuat dia merasakan sakit yang tak tertahankan, maka anak kucing mengeong terus. Suara mengeong ini seperti suara merintih kesakitan. Jika kamu menemukan kondisi seperti ini, segera cari tahu apa penyakit yang diderita oleh kucing. Berikan pertolongan pertama sebelum kamu bawa ke dokter.

Jika pertolongan dari obat yang kamu kasih tidak memberikan hasil dalam waktu 2×24 jam, segera bawa kucing berobat. Dokter akan memberikan obat sesuai penyakit yang diderita kucing. Dan kucing akan mendapatkan obat pereda nyeri dan sakit. Sehingga, kucing akan lebih tenang dan berhenti mengeong kesakitan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *