Cara Merawat Kolam Ikan Koi Di Musim Hujan

Musim hujan menjadi salah satu waktu yang kurang disukai oleh para pecinta ikan koi, terutama yang memelihara ikan koi di kolam outdoor. Mengapa demikian?

Karena, saat musim hujan tiba, maka ada banyak sekali hal yang dapat terjadi pada kolam ikan koi. Entah itu debu serta kotoran-kotoran yang berasal dari genteng akan turun kemudian masuk mencemari kolam. Sehingga berdampak pada kualitas air dan PH air kolam akan menurun. Membuat ikan-ikan koi akan jadi stress. Penyakit jamur, parasit dan bakteri Aeromonas juga akan mudah sekali menyerang. Dan pada akhirnya, koi-koi bisa koit. Miris, kan?

Tapi, kamu gak perlu cemas apalagi khawatir. Sebab di sini, akan dibahas gimana sih caranya merawat kolam ikan koi saat musim hujan tiba!

1. Perhatikan Sistem Filtrasi

Tiap kolam koi sudah pasti memiliki sistem filtrasi. Nah, saat musim hujan tiba, kamu perlu memperhatikan sistem filtrasi dan aerator itu apakah berfungsi dengan baik atau tidak?

Dan disarankan, pada chamber diperbanyak karang jahe. Sebab karang jahe ini berfungsi untuk menetralisir PH air.

Sehingga saat hujan turun, kamu tak perlu khawatir karena PH air hujan yang asam akan dinetralisir oleh karang jahe!

2. Ganti Air Kolam

Tips selanjutnya adalah setelah hujan reda, kurangilah air kolam sebanyak 20-30% dan kemudian gantilah dengan air baru.

Lebih baik lagi nanti air barunya dikasih penuh dan diperdalam, agar suhu air kolam jadi hangat serta dapat berdampak baik bagi ikan koi.

3. Taburkan Garam Ikan

Seperti yang diketahui, bahwa garam ikan berfungsi untuk menetralkan air hujan yang masuk ke dalam kolam. Pemberian garam ikan pun harus disesuaikan dengan dosis ya, guys!

Untuk 1 kg garam berlaku untuk 1 ton air.

Nah, yang terpenting dan perlu diingat adalah jika kamu memakai karang jahe di chamber, maka pemberian garam perlu dikurangi. Atau tidak usah sama sekali.

Sebab fungsi dari karang jahe dan garam ikan sama-sama untuk menetralkan air kolam.

4. Kurangi Pemberian Pakan

Kira-kira jika ikan dikurangi porsi makannya apakah tidak apa-apa? Apakah ikan tidak akan mati?

Padahal sebenarnya, jika porsi makan ikan dikurangi, bahkan tak diberi makan sehari alias ikan-ikan dipuasakan, itu malah bagus lho, guys! Sebab hal itu dapat membuat ikan jadi semakin sehat. Ya, walaupun tak dapat dipungkiri kalau ikan nanti akan terlihat kurus.

Sementara jika pemberian pakan ikan terlalu banyak, hal itu malah dapat membuat kolam koi penuh oleh kotorannya sendiri! Serta perlu diketahui, kalau kotoran-kotoran yang Koi keluarkan itu mengandung zat amonia berbahaya, yang dapat memperburuk kualitas air dan bisa membuat ikan koi jadi mati.

Jadi, kamu pilih mana? Apakah memberi makanan yang berlebihan sehingga air kolam jadi kotor dan koi keracunan? Atau mengurangi porsi makannya agar ikan koi itu jadi lebih sehat?

5. Pemberian Probiotik

Cara selanjutnya adalah pelihara air kolam dengan setiap 3 hari diberikan probiotik.

Bagi yang belum tahu, probiotik itu adalah semacam bakteri baik yang dapat menekan pertumbuhan pathogen, mengurangi kotoran sehingga air tidak bau, serta merawat air agar tetap sehat. Maka, air kolam yang diberi probiotik akan jadi semakin jernih dan bersih.

Jika air kolam bersih, ikan-ikan pun akan jadi sehat.

6. Karantina Ikan Sakit

Nah, kemudian tips yang terakhir adalah jika kamu melihat ada ikan koi yang tampak sakit. Maka harus segera dipisahkan dan dikarantina. Sebab ditakutkan, ikan yang terkena sakit itu akan menular kepada yang lain.

Demikianlah beberapa tips merawat ikan koi saat musim hujan. Jadi, bagaimana? 6 cara itu mudah kan untuk diterapkan?

Oh iya, perlu diingat juga, kalau dalam merawat ikan, merawat kualitas air kolam itu adalah kuncinya! Sebab jika air kolamnya bagus, maka ikan-ikan pun akan sehat. Sementara jika air kolamnya buruk, maka ikan-ikan pasti akan jadi mudah terserang berbagai penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *