desain bentuk rumah minimalis

Desain Arsitektur Rumah

Begitu banyak istilah dari desain arsitektur rumah, contohnya ada skandinavian, minimalis modern, tropis modern, industrial, dan yang lainnya.

Berbagai istilah tersebut kerap kali kita baca maupun dengar dari media massa untuk menunjuk suatu bangunan yang dianggap menerapkan gaya maupun trend arsitektur atau interior masa kini.

Hal tersebut bertujuan supaya bisa mendapatkan kesan rumah/ bangunan yang dirancang dengan gaya baru, modern serta selaras dengan zaman sekarang.

Nah, berikut ini kami sajikan beberapa desain arsitektur rumah yang perlu kalian ketahui sebelum memutuskan untuk membangunnya, antara lain:

1. Gaya Arsitektur Rumah Minimalis

Gaya minimalis meraih popularitas selama bertahun – tahun menjadi salah satu filosofi desain arsitektur dalam rumah.

Teori dari minimalisme memiliki fokus terhadap perencanaan desain rumah dengan konsep sederhana. Mulai dari penggunaan bentuk, material, detail, ruang, serta warna.

Ciri utama dari desain arsitektur rumah minimalis yaitu:

  • Simplisitas di dalam wujud dan fungsi (contohnya pada finishing dinding serta cladding).
  • Mempunyai ruang terbuka yang bersih serta memiliki pencahayaan yang cukup.
  • Dekorasi secara detail namun sederhana.
  • Serta memakai material untuk visual, tekstur, dan juga karakter dengan efektif.

2. Gaya Arsitektur Rumah Mediteranian

jenis desain interior rumah

Gaya arsitektur satu ini lebih cenderung digunakan di kawasan tropis dengan cuaca panas serta paparan sinar matahari sepanjang tahun.

Dalam gaya ini terinspirasi dari adanya gaya arsitektur Spanyol, Itali, serta Portugal.

Di mana arsitektur rumah satu ini mulai diperkenalkan di tahun 1918 dan mulai terkenal pada tahun 1940.

Adapun elemen utama yang digunakan dalam rumah, yaitu adanya atap keramik warna merah yang terinspirasi dari gaya arsitektur Spanyol serta Meksiko.

Di bagian atapnya sendiri pada umumnya dibuat menggunakan tanah liat atau batu bata yang dibentuk menyerupai setengah tabung dengan tujuan guna memudahkan air turun serta memastikan adanya sirkulasi udara yang berjalan dengan baik.

Penggunaan dinding plester juga dikerjakan supaya rumah tahan pada hujan, paparan sinar matahari, serta cuaca panas.

3. Gaya Arsitektur Rumah Modern

Pemakaian istilah arsitektur rumah modern mulai digunakan di tahun 1950 hingga 1960 an.

Ada pun beberapa ciri dari bangunan yang menggunakan desain arsitektur modern ini, antara lain:

  • Memakai atap datar dan juga rendah.
  • Memakai jendela besar dengan posisi horizontal.
  • Arsitektur rumah modern ini biasanya menggunakan material yang dapat dikatakan mahal sebab memiliki kualitas tinggi seperti panel kayu, marmer, dan juga batu.

4. Gaya Arsitektur Rumah Kontemporer

Gaya arsitektur rumah yang satu ini telah berkembang di abad ke 21.

Tak ada satu gaya yang dominan, di mana gaya arsitektur kontemporer ini mempunyai berbagai varian gaya sesuai dengan keinginan serta kreativitas dari sang arsitek itu sendiri.

Menggunakan teknologi terkini, bangunan yang menggunakan gaya arsitektur kontemporer cenderung nampak lebih kokoh serta kuat pada serangan berbagai cuaca daripada rumah abad ke 20.

Dengan menggunakan bantuan komputer, setiap detail dari konstruksi bangunan bisa dibangun dengan akurat dan juga cepat.

Menurut sumber dari RumaRumi, Elemen utama yang ada pada gaya arsitektur rumah ini diantaranya yaitu:

  • Menggunakan bahan yang bisa di daur ulang serta tidak berbahaya untuk lingkungan (bambu dan granit yang umum digunakan menjadi bahan utama interior arsitektur rumah kontemporer).
  • Gaya arsitektur rumah kontemporer juga mempunyai ciri khusus pencahayaan yang natural dengan menggunakan jendela kaca supaya sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *