jenis-muntah-kucing

Jenis Muntah Kucing

Salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada kucing adalah muntah. Muntah adalah mekanisme tubuh kucing dalam merespons reaksi di dalam tubuh. Bisa jadi kucing muntah untuk mengeluarkan benda asing yang tertelan. Bisa juga, kucing muntah karena pertanda ada penyakit kronis di dalam tubuhnya. Biar kamu nggak salah menyimpulkan kondisi kucing muntah, kami akan memberikan sedikit penjelasan. Berikut 5 jenis muntah kucing yang umum terjadi saat kita memelihara kucing.

1. Kucing Muntah Bulu (hair ball)

Jenis muntah kucing yang pertama adalah kucing muntah bulu. Ciri-ciri kucing muntah bulu adalah terdapat bulu-bulu yang menggumpal di dalam muntahan kucing. Biasanya disertai dengan sedikit rumput.

Kok bisa kucing muntah bulu dan rumput? Bisa, dan itu wajar. Secara naluri alamiah, kucing selalu melakukan self grooming (mandi kucing) setiap hari dengan cara menjilati bulunya. Karena lidah kucing memiliki pola seperti duri maka fungsi lidah kucing menyerupai sisir. Nah, ada kalanya saat menjilati bulunya sendiri, bulu kucing ikut tercabut dan tertelan.

Bulu yang tertelan dalam jumlah banyak akan menggumpal di dalam saluran pencernaan kucing. Dan akhirnya menyumbat. Kondisi bulu menggumpal inilah yang sering disebut dengan hair ball.

Kucing biasanya mengeluarkan hair ball secara paksa dengan memakan rumput jenis tertentu. Saat kucing memakan rumput, asam lambung kucing akan bereaksi dengan senyawa biokimia dari rumput. Reaksi ini menyerupai reaksi obat pencahar. Dan akhirnya, membuat kontraksi pada lambung kucing sampai membuat kucing memuntahkan hair ball yang menyumbat pencernaan kucing.

Apakah kucing muntah bulu berbahaya? Tidak, itu normal. Dan itu bagus untuk kesehatan kucing. Karena kucing bisa mengeluarkan bola bulu yang membuat sembelit dan mengganggu sistem pencernaan kucing. Jadi, jika kucing kamu muntah bulu, nggak usah panik. Itu aman.

2. Kucing Muntah Cacing

Jenis muntah kucing yang kedua adalah kucing muntah cacing. Artinya, saat kucing muntah, kamu menemukan cacing yang bergerak-gerak di dalam muntahan kucing. Cacing yang ada di dalam muntahan kucing biasanya berwarna putih seperti benang. Dan dia hidup.

Kasus ini bisa terjadi karena kucing telah terinfeksi cacing dalam waktu lama. Jadi, cacing telah hidup di dalam tubuh kucing tanpa kamu sadari.

Kalau kucing sudah muntah cacing, kondisinya sudah parah. Cacing sudah tumbuh besar dan memenuhi sistem pencernaan kucing. Tapi, kamu nggak perlu khawatir, karena sekarang sudah ada obat cacing kucing yang ampuh. Tinggal kamu beli saja obat cacing di petshop terdekat.

Kami biasanya menggunakan obat kucing tablet merek Drontal. Jika kucing kamu tidak bisa minum obat tablet, kamu bisa membelikan obat cacing cair merek Albenworm. Pemberian obat cacing sesuaikan dengan berat badan kucing.

Pada kasus parah berikan obat cacing sebulan sekali. Untuk penjagaan kucing dari penyakit cacingan, kamu bisa memberikan obat cacing kucing setiap 3 bulan sekali.

3. Kucing Muntah Kuning

Jenis muntahan kucing selanjutnya adalah kucing muntah kuning. Secara kasat mata muntahan kucing berwarna kuning kental dan disertai makanan yang belum tercerna secara maksimal.

Ada beberapa asumsi penyebab kucing muntah kucing, di antaranya:

  • Kucing mengalami sakit di area empedu.
  • Kucing mengalami infeksi hati.
  • Kucing memakan makanan berwarna kucing terlalu banyak sampai muntah.
  • Kucing mengalami alergi makanan tertentu sampai akhirnya dryfood yang dimakan sebelumnya dimuntahkan. Sehingga, warna muntahan kucing kuning.

Secara singkat, seperti itu. Jika kucing muntah kucing hanya karena terlalu banyak sih nggak masalah. Tapi, kalau penyebabnya menjurus ke penyakit empedu dan hati, maka ini permasalahan serius. Untuk pengecekan gejala dan penyebab yang lebih jelas, silakan baca lebih lanjut penjelasan artikel penyebab kucing muntah kuning ini.

4. Kucing Muntah Darah

Ada juga kasus kucing muntah darah. Di mana, kucing muntah dengan sangat kesakitan dan cairan yang dimuntahkan dipenuhi darah kental. Jika kamu menemui kondisi ini, berarti kucing kamu sakit parah. Segera bawa ke dokter.

Darah yang berada di muntahan kucing bisa berasal dari mulut, kerongkongan dan lambung. Artinya, bisa jadi, salah satu dari ketiga bagian tubuh tersebut mengalami peradangan atau luka.

Kucing yang baru saja tertabrak atau jatuh bisa muntah darah. Karena lambung kucing cedera atau rusak. Pokoknya, kalau kamu menemukan kucing yang muntah darah, segera berikan pertolongan pertama. Periksa apakah ada luka fisik, jika tidak ada berarti ada luka di area mulut, kerongkongan atau lambung. Solusinya, bawa ke klinik dokter hewan secepatnya.

5. Kucing Muntah Hijau disertai bau busuk

Jenis muntah kucing terakhir yang kami bahas adalah kucing muntah hijau disertai bau busuk. Muntahan jenis ini sudah menandakan terjadi infeksi dalam tubuh kucing. Entah itu infeksi bakteri atau virus.

Penyebab paling umum kucing muntah hijau disertai bau busuk adalah kucing terkena infeksi feline parvovirus (FPV). Atau masyarakat umum lebih mengenalnya dengan nama feline panleukopenia virus (FPV).

Virus panleu menyerang sistem pencernaan kucing sehingga sistem pencernaan gagal beroperasi. Akibatnya, makanan tidak tercerna dengan baik oleh asam lambung dan enzim, sampai akhirnya membusuk.

Pada kondisi fisik lemah dan saluran pencernaan yang rusak parah, kucing yang terinfeksi panleu akan muntah-muntah. Muntahan kucing biasanya berwarna hijau disertai bau tak sedap. Kalau sudah terdeteksi seperti itu, jangan banyak tanya, segera larikan kucing ke dokter hewan terdekat untuk menerima pertolongan.

Karena tanpa pertolongan medis, kucing yang terinfeksi panleu parah bisa mati dalam waktu 2 x 24 jam. Jika kamu sayang dengan kucingmu, selamatkan dia secepat yang kamu bisa.

Begitulah penjelasan dari berbagai jenis muntah kucing. Semoga mudah dipahami ya. Jika ada informasi yang kurang jelas, tinggalkan pertanyaan melalui kolom komentar di bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *