Tips Mendaki Gunung bagi Pemula

Tips Mendaki Gunung bagi Pemula

Pengen banget naik gunung, tapi tidak punya pengetahuan tentang hiking & camping? Itu berbahaya guys, karena mendaki gunung tanpa persiapan dan tanpa bimbingan itu sangat beresiko. Terlebih saat terjadi cuaca ekstrim. Santer-santer terdengar, banyak media memberitakan pendaki yang sakit bahkan hingga mati kedinginan di gunung. Kamu tidak mau, bukan, tiba-tiba kamu dievakuasi tim SAR dan masuk ke media massa nasional karena kecelakaan di gunung?

Untuk itu, minimal kamu persiapkan fisik & mental dengan baik. Dan pelajari dasar-dasar ilmu mendaki gunung untuk pemula. Biar kamu lebih paham, kami akan membagikan 5 tips mendaki gunung bagi pemula yang kami lansir dari situs napaktilas.net.

1. Pastikan selalu Meminta Izin dan Memberi Kabar kepada Keluarga Terdekat

Tips mendaki gunung untuk pemula yang akan kami bagikan pertama kali adalah minta izin. Minta izin di sini adalah memberi tahu saudara atau keluarga terdekat terkait beberapa hal:

  • Ke mana tujuan kamu mendaki gunung?
  • Berapa lama rencana kamu mendaki gunung?
  • Dengan siapa kamu pergi hiking?
  • Apa transportasi yang akan di pakai untuk sampai ke basecamp?
  • Apakah ada nomor telepon rombongan atau basecamp yang bisa dihubungi?

Terlihat sepele, bukan? Kami tekankan sekali lagi, ini penting banget untuk kamu lakukan. Karena selama mendaki gunung, kamu akan tidak bisa dihubungi. Entah karena tidak ada sinyal komunikasi atau karena terjadi musibah di gunung.

Disinilah pentingnya memberi kabar. Di mana, jika kamu hilang kontak sampai berhari-hari, pihak keluarga dapat melakukan upaya pencarian. Mulai dari menghubungi basecamp hingga meminta bantuan tim SAR. Sehingga, apabila kamu sedang mengalami musibah di gunung, kamu dapat selamat dari maut dengan pertolongan dari tim SAR.

2. Ikutlah Mendaki Gunung Bersama Rombongan Pendaki Senior Berpengalaman

Pendaki pemula yang baru menggebu-gebu dalam menjalani hobi hiking, terkadang terlalu percaya diri. Di mana, dia mendaki bersama sesama pendaki pemula. Hal ini mengkhawatirkan. Karena pendaki pemula belum memiliki pengalaman & pengetahuan yang cukup, misalnya:

  • Pendaki pemula belum mengenal medan pendakian.
  • Pendaki pemula tidak bisa melakukan manajemen pendakian dengan baik.
  • Jika terjadi kecelakaan di gunung, pendaki pemula hanya ketakutan dan terdiam. Karena dia tidak tahu bagaimana cara melakukan pertolongan pertama pada korban.

Maka dari itu, kami merekomendasikan pendaki pemula untuk ikut mendaki bersama rombongan pendaki senior. Dalam suatu formasi pendakian, minimal 1 orang pendaki pemula didampingi oleh satu pendaki senior. Dan posisi pendaki pemula harus berada di posisi follower. Jika kamu mendaki dengan rombongan 6 orang, posisinya seperti ini:

  • Navigator (pendaki senior).
  • Leader (pendaki senior).
  • Follower (pendaki pemula).
  • Follower (pendaki pemula).
  • Tim logistik/chef (pendaki senior).
  • Sweeper (pendaki senior).

Jadi, posisi pendaki pemula selalu berada di tengah rombongan. Formasi ini sangat baik untuk pendaki pemula. Di mana, dia dapat belajar langsung dari pendaki senior dan dia terlindungi dari berbagai bahaya yang berasal dari depan dan belakang.

3. Pilih Gunung yang Memiliki Jalur Landai dengan Waktu Tempuh Relatif Pendek

Tips mendaki gunung bagi pemula selanjutnya adalah memilih medan pendakian yang relatif mudah. Untuk pemula, kami merekomendasikan untuk mendaki bukit terlebih dahulu. Bukit adalah gunung yang memiliki tinggi di bawah 1.000 mdpl. Kamu tidak perlu bermalam atau camping di sana. Cukup tek tok saja untuk melatih fisik dan mental mendaki gunung. Lakukan beberapa kali untuk penyesuaian diri terhadap lingkungan di alam bebas. Dengan begitu, kamu akan belajar langsung dari alam, terkait ancaman dan resiko aktivitas di alam bebas.

Setelah fisik dan mental kamu terbentuk dengan baik, coba mendaki gunung yang memiliki jalur landai. Pilih gunung yang memiliki medan yang relatif mudah. Misalnya:

  • Gunung Penanggungan, Jawa Timur, 1.653 mdpl.
  • Gunung Andong, Jawa Tengah, 1.731 mdpl.
  • Gunung Batur, Bali, 1.717 mdpl.

Kamu dapat mulai pendakian 2 hari 1 malam pertamamu. Biarpun bisa pendakian gaya tek tok, untuk pemula silakan melakukan camping di gunung. Tujuannya adalah untuk mengetahui suasana malam hari di gunung. Sehingga kamu mulai terbiasa dan terlatih. Seiring bertambahnya pengalaman dan pengetahuan tentang hobi mendaki gunung, kamu bisa mendaki ke gunung yang lebih menantang. Misalnya, gunung Merbabu, gunung Lawu, gunung Gede Pangrango, gunung Semeru, gunung Rinjani hingga gunung Carstensz Pyramid.

4. Bawa Perlengkapan Mendaki Gunung yang Sesuai Prosedur Pendakian

Banyak pendaki pemula yang mengalami musibah di gunung karena ketidaksiapan mereka dalam menghadapi perubahan cuaca. Padahal cuaca di gunung tidak akan mencelakai pendaki jika dia telah melengkapi dirinya dengan perlengkapan mendaki gunung yang tepat.

Berikut ini 10 perlengkapan penting dalam mendaki gunung yang perlu pendaki pemula bawa saat hiking:

  1. Kompas & peta jalur pendakian. Kedua alat ini berfungsi sebagai alat navigasi. Jika butuh alat navigasi yang lebih canggih kamu dapat menggunakan GPS tracker merek Garmin.
  2. Headlamp + lampu tenda. Kedua alat ini berfungsi sebagai alat penerangan. Saat membawa alat penerangan, sebaiknya kamu membawa baterai cadangan. Karena suhu dingin dapat mengacaukan daya perangkat elektronik.
  3. Perlengkapan P3K, misalnya: obat generik, obat diare, plaster luka, Betadine, kassa steril, kapas, minyak kayu putih, dll.
  4. Sun protections. Jangan membiarkan kulit kamu terbakar saat di gunung. Pakai tabir surya dengan SPF 50+, topi gunung dan kaca mata gunung.
  5. Pisau multifungsi dengan berbagai peralatan tambahan untuk aktivitas outdoor.
  6. Fire starter, seperti: korek gas, tinder.
  7. Makanan ekstra.
  8. Minuman ekstra.
  9. Jas hujan.
  10. The Big three: tas gunung, sleeping bag & tenda.

Dengan membawa 10 perlengkapan penting tersebut, kamu telah mengurangi resiko  beraktivitas di gunung. Sebaiknya sih, kamu juga membawa perlengkapan tambahan sesuai tingkat kesulitan dari medan pendakian.

5. Ikuti Semua Instruksi & Larangan yang Diberikan oleh Penjaga Basecamp Pendakian

Tips mendaki gunung bagi pemula yang terakhir adalah ikuti himbauan dari penjaga basecamp. Karena, mereka adalah petugas yang paling tahu tentang keadaan di kawasan tersebut. Beberapa waktu sekali para petugas basecamp ini muncak untuk mengamati cuaca dan jalur pendakian. Jadi, instruksi & larangan yang diberikan sudah disesuaikan dengan keadaan gunung.

Beberapa contoh instruksi & larangan petugas basecamp:

  • Pendaki tidak boleh membawa tisue basah.
  • Pendaki pemula wajib didampingi oleh pendaki senior yang sudah berpengalaman.
  • Rombongan pendaki pemula minimal terdiri dari 4 orang. Di mana, 2 orang harus sudah senior dan berumur lebih dari 18 tahun.
  • Tidak membuang sampah sembarangan dan selalu bawa sampah turun sampai basecamp.
  • Tidak boleh melakukan vandalisme, memetik bunga dan membuat api unggun.
  • Mengisi formulir pendakian dan memberikan identitas diri pendaki.

Dengan mengikuti prosedur pendakian secara legal, pendaki gunung dapat fasilitas basecamp dan tim evakuasi jika terjadi kecelakaan di gunung. Jadi, untuk para pendaki pemula, tolong jadilah pendaki legal dan bertanggung jawab. Ikuti semua instruksi & larangan dari petugas basecamp. Jika tidak boleh muncak, yang jangan nekat muncak. Percayalah, puncak tidak pergi ke mana-mana. Petugas memberikan larangan karena memang kondisi darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *